🥉 Dunia Tidak Lebih Dari Sayap Nyamuk

Kadangnyamuk seperti nyamuk demam berdarah kadang mematikan. Penulis saat mau sholat subuh merenung ingat ada hadist Nabi bahwa dunia bagaikan sayap nyamuk. Rasulullah saw. bersabda, "Andaikan dunia itu senilai dengan sayap nyamuk di sisi Allah, maka Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air dari dunia." (HR. TakLebih Berharga dari Sehelai Sayap Nyamuk! Akan tetapi aku khawatir ketika dibukakan kepada kalian dunia sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang sebelum kalian. Kemudian kalian pun berlomba-lomba dalam mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang terdahulu itu. Duniatidak lebih berat dari sebelah sayap nyamuk Bahwadunia ini tidak ada artinya di sisi Allah. Makanya Allah kasih berbagai nikmat kepada ornag kafir. Maka janganlah iri kepada sesuatu yang tidak lebih berharga dari sayap nyamuk . Dunia dibandingkan akhirat seperti memasukan jair ke lautan, lalu angkat jari kalian seberapa yang menetes. DariSahl bin Saad berkata, Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam pernah bersabda, "Seandainya dunia ini sama nilainya dengan sayap nyamuk di sisi Allah. Niscaya Ia tidak akan memberikan minuman dari dunia itu kepada orang kafir, meskipun hanya seteguk air" (HR. Nyamukini juga tiga kali lebih panjang dibanding nyamuk satu spesiesnya, holorusia mikado yang memiliki bentang sayap 8 centimeter dan ditemukan di Jepan pada 1876. Setelah menangkap nyamuk itu dan melakukan riset secara daring, Zhao, yang sudah mengumpulkan spesimen spesies ini selama lebih dari satu dekade, memastikan nyamuk temuannya adalah DariAbu Hurairah radhiyallahu'anhu , Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ ، وَجَنَّةُ الكَاف Danjika kecepatan udara di bawah lebih cepat dibanding area di bawah, tekanan di bagian atas lebih besar dari bagian bawah, maka part tersebut akan terdorong ke bawah. Nah di dunia balap mengenal istilah down force alias gaya tekan ke bawah. Down force ini kadang dibutuhkan tapi kadang juga perlu dikurangi dalam kondisi tertentu. 1 MEMBANGUN ISTANA DI ATAS SAYAP NYAMUK 2. Nabi mengingatkan, Dari Sahl bin Sa'ad As-Saidi, berkata Rasululllah saw bersabda:"Seandainya dunia ini SENILAI sayap nyamuk di Mata Allah, Maka Allah tidak akan memberikan air minum kepada orang kafir meskipun seteguk air" (HR At- Tirmidzzi, hadits Hasan Shahih) 3. Dunia serta seisinya LEBIH MURAH imC467. Dunia ini hanya tipuan semata, di dalamnya penuh dengan kesenangan yang sifatnya sementara. Namun akan mendatangkan mala petaka bagi yang tidak pandai mengatur urusan dunianya. Allah berfirman وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. QS. Al-Ankabut 64. Dunia ini tidak punya nilai sama sekali, akan tetapi banyak orang-orang yang tertipu dengan kehidupan dunia ini. Semua yang ada di dunia ini tidak bernilai sedikitpun di sisi Allah, dan jika ada nilainya, maka tak lebih dari sebelah sayap nyamuk. Dari Sahl bin Sa’ad berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ. وَفِي البَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الوَجْهِ Seandainya dunia mempunyai nilai di sisi Allah walau hanya senilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun. Dan di bab ini di riwayatkan dari Abu Hurairah, dan hadist ini shahih ghorib. HR. at-Tirmidzi, hadist no. 2320. Hadist ini menunjukkan bahwa dunia ini tidak ada harganya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan andai ada nilainya, maka nilainya tidak lebih dari sebelah sayap nyamuk. Apakah sayap nyamuk ada efeknya? tentunya tidak. Maka dari itu, sebagai orang-orang yang beriman kepada Allah, hendaklah kita mengutamakan kehidupan akhirat daripada dunia. Dunia ini penjara bagi orang-orang Islam, dan surga bagi orang-orang kafir. Dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ، وَجَنَّةُ الْكَافِرِ Dunia adalah penjara bagi orang-orang beriman, dan surga bagi orang-orang kafir. HR. Muslim, hadist no. 2956. Di dunia ini, orang-orang beriman serba dilarang, tidak boleh ini dan tidak boleh itu. Sedangkan orang-orang kafir, mereka bebas dari aturan itu semua. Oleh sebab itu, apa yang dibanggakan di dunia ini? hartamu yang banyak itukah yang kau banggakan, jabatanmu itu kah yang kau banggakan, atau keturunanmu kah yang kau banggakan? Itu semua akan tinggal di dunia. Dan yang kau bawa ke alam kubur hanya amal perbuatanmu sewaktu di dunia. Dari Abdullah bin Abi Bakr radhiyallahu anhu berkata, saya mendengar Anas bin Malik rodhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada 3 “dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” HR. Muslim, hadist no. 2960. Dunia ini tidak ada nilainya, dunia ini hanya kesenangan semata. Maka sadarlah wahai orang-orang yang beriman. Jangan terlalu sibuk mencari dunia, dan akhirnya engkau melupakan akhiratmu. Ketahuilah, bahwa dunia ini sementara, akhirat selamanya. Di sisi Allah dunia tidak ada harganya. Dan jikapun ada, maka tidak lebih dari sebelah sayap nyamuk. Boleh mencari dunia, seperti misalnya seorang Muslim boleh kaya, agar dia bisa membantu kaum muslimin yang lainnya, dan menyaingi orang-orang kafir. Silahkan saja, asalkan jangan lupa dengan kehidupan akhiratnya. Mentang-mentang punya harta banyak, mentang-mentang punya jabatan yang tinggi, akhirnya tidak tau waktu lagi untuk beribadah kepada Allah. Padahal yang dia cari itu nilainya tidak lebih dari sebelah sayap nyamuk. Tidak ada harganya sama sekali. Akan tetapi, jika mengerjakan amal kebaikan, beribadah kepada Allah untuk bekal ke akhirat kelak, maka itulah yang berguna dan bermanfaat bagimu di dunia dan sampai ke akhirat nanti insyaAllah. Jadikan dunia ini hanya sebagai tempat persinggahan sementara untuk mencari bekal menuju kampung akhirat, bukan dijadikan sebagai tujuan utama kita hidup. Karena dunia sementara, akhiratlah negeri yang kekal. Dan ingatlah, setiap perbuatan kita nanti akan dimintai pertanggungjawaban nya dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. QS. Al-Isra’ 36. Maka gunakanlah hidup di dunia ini mencari bekal untuk kehidupan akhirat nanti. Kelak kita akan pulang ke kampung asal, yaitu kampung yang bernama akhirat. Jangan sombong, jangan angkuh, harta yang berlimpah, jabatan yang tinggi, keturunan yang mulia, semua itu tinggal. Dan yang bisa menolong adalah amal sholeh. Ibadah yang dikerjakan sewaktu di dunia, itulah yang bisa menolong di akhirat nanti. Maka perbanyaklah mencari bekal untuk kehidupan akhirat. Semoga bermanfaat. Penulis Fastabikul Randa Ar-Riyawi Berikut khutbah jumat “Pertanggungjawaban di Akhirat” yang disampaikan Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah Hafidzahullahu Ta’ala. Khutbah Pertama Pertanggungjawaban di AkhiratKhutbah Kedua Pertanggungjawaban di AkhiratVideo Khutbah Jumat Tentang Pertanggungjawaban di Akhirat “Wahai orang-orang yang beriman,” menurut ana semua yang hadir di tempat ini beriman. Berarti kita dipanggil, jama’ah. Berulang kali Allah memanggil kita di dalam Al-Qur’anul Karim, tapi kita tidak mendengarkan, kita sibuk dengan aktivitas kita. Allah mengatakan اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ “Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.” Sebagian berkata “kalau takwa kita sering mendengarnya”. Padahal itu bukan hanya ucapan yang didengar, tapi takwa adalah mengingat Allah selalu dan tidak melupakanNya. Takwa adalah bersyukur kepada Allah dan tidak kufur. Takwa adalah melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ “Jangan mati kalian kecuali dalam kondisi Islam.” Ahibbati Fillah.. Kalau kita melihat peristiwa demi peristiwa yang kita hadapi di rumah kita, di diri kita pribadi, di kampung kita, di negeri kita, ada banyak musibah. Dan ternyata musibah itu seakan-akan tidak pernah berhenti menimpa kita. Kenapa? Yaitu karena memang kita sedang berada di negeri bala’, kita sedang hidup di dunia yang kata Allah Azza wa Jalla وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ “Kami benar-benar akan menguji kalian dengan rasa takut, rasa lapar” وَنَقْصٍ… “Ada kekurangan harta, keurangan buah-buahan, kurangan kerabat.” Iya, itu ujian dari Allah Azza wa Jalla. وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ “Berikan kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.” QS. Al-Baqarah[2] 155 Ahibbati Fillah.. Di antara musibah-musibah yang menimpa kita, yang menimpa saudara kita, ada sebagian kehilangan motornya, ada sebagian yang terbakar rumahnya, ada sebagian terjadi gempa di negerinya. Menurut kita sebagian musibah itu besar. Kasihan fulan, bapaknya mati, ibunya mati, rumahnya habis. Iya, kita kasihan sama fulan. Satu kampung hilang dari Indonesia. Tapi ada sebuah musibah yang lebih besar daripada kita kehilangan rumah dan isi rumah kita. Ada sebuah musibah yang lebih dahsyat daripada gempa bumi, daripada tsunami, apa itu? Yaitu musibah agama kita. Sebagian orang kehilangan shalat subuh, sebagian orang melakukan kemaksiatan, sebagian orang melakukan kesyirikan, tapi dia tidak merasa itu musibah. Ahibbati Fillah.. Berapa sih harga rumah kita? Berapa sih harga kompleks ini? 10 triliun? Tidak sampai! 1 triliun? Kemahalan. Berapa kira-kira? Kita tau dua rakaat sebelum subuh رَكعَتَا الْفجْر خير من الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا “Dua rakaat sebelum subuh itu lebih baik dari negeri ini.” Kita sering kehilangan dua rakaat sebelum subuh tapi kita tidak merasa kehilangan apa-apa. Kalau cluster ini ditelan oleh bumi, akan jadi cerita di dalam koran, akan di-publish di mana-mana bahwa ada sebuah cluster yang hilang ditelan bumi. Tapi masyarakat-masyarakatnya tidak shalat, tidak ada yang cerita. Ahibbati Fillah.. Musibah dalam agama itu musibah dunia dan akhirat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berdoa mengatakan وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا “Ya Allah, jangan jadikan musibah kami dalam agama kami, Ya Allah.” Antum tahu sebagian orang ketika datang ke Masjid, dia lihat sudah bubar shalat berjamaah di Masjid. Itu tangga-tetangganya takziah bela sungkawa ke rumahnya. Sampai sebagian dari Salafush Shalih mengatakan “Aku ketika anakku meninggal dunia 1000 orang datang untuk bela sungkawa. Aku kehilangan shalat berjamaah di Masjid tidak ada yang peduli sama aku.” Kenapa jama’ah? Yaitu karena kita memandang dunia ini segala-galanya. Wallahi dunia ini tidak lebih dari satu sayap nyamuk. Kata Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّه جَنَاحَ بَعُوضَةٍ “Andaikata dunia ini ada nilainya seperti salah satu sayap nyamuk itu,” مَا سَقَى كَافِرًا مِنْها شَرْبَةَ مَاءٍ “Orang kafir tidak akan dikasih seteguk air.” Antum pandang dunia, Antum pandang mobil-mobil yang mewah, Antum pandang gedung-gedung yang tinggi? Antum lihat semua itu dan Antum pegang satu nyamuk. Antum lihat, ternyata nilai semua itu tidak lebih dari satu sayap nyamuk. Tapi kita berjuang dari pagi sampai sore, malam hari kita bekerja lembur, tapi untuk akhirat kita jama’ah? Hari ini mungkin ada yang tidak membaca Al-Qur’anul Karim, belum selesai membaca Al-Kahfi, tapi buat dia juga itu bukan musibah. Coba dia telat datang ke kantornya. Mungkin dia akan menyesal. Ahibbati Fillah.. Allah mengatakan بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿١٦﴾ “Kalian lebih mementingkan kehidupan dunia.” وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ ﴿١٧﴾ “Akhirat itu lebih baik, lebih abadi.” Semua yang kita lihat akan kita tinggalkan, jama’ah. Khutbah Kedua Pertanggungjawaban di Akhirat Jama’ah Rahimakumullah, Mungkinkah orang seperti kita masuk surga? Para sahabat Nabi ketika mereka sampai ke Kota Madinah, setelah hidup 13 tahun penuh perjuangan dan pengorbanan, rumah mereka mereka tinggalkan, keluarga mereka mereka tinggalkan di Kota Mekah. Mereka datang ke Kota Madinah untuk hijriah. Ternyata Allah masih menegur mereka di surah Al-Baqarah ayat 214, Allah mengatakan أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ “Apakah kalian mengira kalian bisa masuk surga?” Itu sahabat Nabi yang sebagian terbunuh mempertahankan agamanya. Allah katakan أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ “Kalian mengira kalian bisa masuk surga?” وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّـهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّـهِ قَرِيبٌ ﴿٢١٤﴾ Kalian mengira kalian bisa masuk surga? Kita ini santai hidupnya, jama’ah. Perjuangan apa yang sudah kita lakukan? Darah mana yang sudah kita teteskan? Lihatlah itu para sahabat Nabi Allah tegur. Lalu kalian berharap masuk surga? Ahibbati Fillah.. Kita ini mungkin tidak terbayang seperti apa surga yang Allah tawarkan. Kerudungnya bidadari surga kalau dibandingkan dengan dunia, maka itu lebih baik dari dunia dan isinya. Orang bangga punya jam 5 milyar, bangga punya baju 1 miliar, punya tas miliaran, kerudungnya penghuni surga itu lebih baik dari dunia dan isinya. Terus apa yang harus kita lakukan? Kata Allah “Sedangkan kalian belum ditimpa dengan musibah-musibah yang pernah menimpa orang-orang sebelum kalian.” Mereka ditimpa dengan berbagai balak, kemiskinan, kefakiran, penyakit, serangan musuh, dibantai, ditindas, digoyangkan bumi ini. Wallahi, sebagian kita mungkin diuji dengan harta, paginya muslim sorenya kafir, sorenya muslim paginya kafir. يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا “Dia jual agamanya untuk mendapatkan sedikit kenikmatan dunia.” HR. Muslim Kita sedang berbincang tentang musibah dunia. Kalau Antum kehilangan semua harta Antum, asalkan tidak kehilangan iman, ada harapan Antum masuk surga. Mereka para pengikut-pengikut Nabi sebelumnya pun diuji. Antum lihat bagaimana tukang sihir Firaun yang diuji imannya. Pagi hari datang kepada Firaun mendukung Firaun bahkan dia ingin menjadi orang-orang dekatnya Firaun. Sore harinya mereka dibantai dan disalib di pohon kurma dalam kondisi tangan dan kakinya diputus. Iman mereka paginya masih cinta dunia, sorenya sudah berharap masuk surga. Mampukah kita kalau agama kita ditawar seperti itu? Kisah Ashabul Ukhdud, bagaimana orang-orang dimasukkan ke dalam ukhdud parit yang penuh dengan api. Salah satunya seorang wanita dengan bayi dalam gendongan dia. Dia disuruh memilih antara beriman dengan sekutu-sekutu/berhala-berhala atau mati dalam kondisi beriman kepada Allah Azza wa Jalla? Sempat dia kasihan kepada anaknya. Allah turunkan bantuan sehingga anak itu bisa bicara mengatakan اصبرى يا أماه… “Sabar bunda, adzab dunia ini lebih ringan daripada adzab akhirat.” Maka tolong bersabar, berjuanglah terus, engkau akan terus disakiti. Kita tidak akan pernah beristirahat. Kapan istirahat? Ketika engkau meletakkan kakimu di surga. Ahibbati fillah.. Hari ini hari Jumat. Hari Jumat ini afdhal, kata Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lebih afdhal daripada idul fitri dan idul adha. Apa yang kita lakukan di hari Jumat? Berapa kali kita bershalawat buat Nabi Alaihish Shalatu was Salam? Sebagian tidak mengagungkan Jumatan, datang telat dan tidak merasa itu musibah buat dia. Kenapa? Karena ada masalah di hati dia. Agungkan hari Jumat. Di sore hari ada doa yang mustajab, perbanyak doa, perbanyak shalawat. Video Khutbah Jumat Tentang Pertanggungjawaban di Akhirat Mari turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum.. Dari Sahl bin Sa’id Radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum seteguk sekalipun kepada orang kafir.” dan dia berkata’hadist hasan sahih’ Sejauh ini sering kita dapati pengingat bahwa janganlah dunia menjadi tujuan. Namun lagi-lagi, pengingat itu seakan seperti laju angin yang berhembus. Tidak menghasilkan efek ubah bagi yang mendengarnya. Tidak tahu mengapa ini terjadi. Mungkin karena pemberi nasihatnya yang juga belum pandai mengerjakan apa yang ia nasihatkan atau karena kita yang diberi nasihat yang masih ditutupi banyak penghalang dalam hati ini. Atau yang lebih parah, dua-duanya berperan sehingga nasihat baik itu nyaris tak terpahamkan. Tahu itu belum tentu paham. Karena tahu bukan jaminan amal itu terlaksanakan. Buktinya, hampir yang bernama manusia, mencintai dunia. Dan parahnya, dunia itu bisa berbentuk segala rupa yang dia mau. Seperti kata al-Quran di Surah Ali lmron14, “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang ia inginkan berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta ben da yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik”. Padahal. Dunia itu tidak lebih nilainya seperti selembar sayap nyamuk. Bahkan lebih murah lagi. Karena dikatakan di hadist itu, seandainya dunia ini di sisi Allah senilai dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir… padahal, kenyataannya begitu banyak orang-orang kafir itu yang dicukupkan hartanya oleh Allah. Macam-macam isi dunia ini diberikan padanya. Tumpah ruah. Ternyata, begitu murah dunia ini di mata Allah, sampai- sampai orang-orang kafirpun tercukupi. Cukuplah bagi kita berita ini yang mampu menandai betapa murahnya dunia ini. Namun indahnya dunia itu yang menjadikan kita sering terpedaya. Sangat sedikit yang bisa melepaskan diri dari tipu dayanya. Kecuali orang-orang yang sungguh-sungguh berjuang meniti jalan surga. Yang senantiasa siaga untuk awas atas segala sesuatu yang menggelincirkan tujuannya. Yang selalu memohon dibawah perlindungan Allah dengan memanjatkan doa pagi dan petang dan di dalam kesibukannya. Dalam suatu kisah yang tercatat dalam sejarah pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab. Dimana pada saat itu wilayah Hims dipimpin oleh seorang gubernur yang hidupnya sangat kekurangan. Ketika berita itu sampai kepada amirul mukminin Umar bin Khatab, menangislah sang khalifah. Lalu sahabat Rasullullah yang berhati lembut itu mengutus seseorang untuk menyampaikan hadiah dinar. Ketika hadiah itu sampai pada sang Gubernur, berucaplah dia, “Innalillahi wainna ilaihi roji’un”. Sampai-sampai istrinya mendatanginya dan bertanya, “Apakah khalifah wafat?” la menjawab. “Lebih buruk dari itu!”. “Apakah kaum muslimin kalah perang?”, lagi-lagi istrinya bertanya panik. la menjawab, “Bahkan lebih buruk dari itu”. lstrinya bertanya, “Adakah yang lebih buruk dari itu?” Lalu sang gubernur berkata, “Telah datang dunia yang akan merusak akhiratku”. “Maukah engkau menolongku untuk urusan yang sangat berat ini?” tanyanya kepada istrinya yang sama sekali tidak mengetahui perihal hadiah dinar itu. Lalu ia katakan kepada istrinya, “Tolong bagikan dinar hadiah khalifah ini kepada orang-orang miskin”. Orang-orang yang hidup dengan keelokan imannya, orang-orang sholih yang paham betul tentang tabiat dunia, orang-orang yang sungguh-sungguh memahami, bahwa betapa murahnya dunia. Pemahaman yang melahirkan keputusan yang tidak biasa, orang-orang yang paham, bukan orang-orang yang tahu. Kalau kita mau meletakkan hati sebentar, mencoba memahami dari yang sudah ditahu. Dari nasihat-nasihat Rasulullah, dari apa yang ditulis dalam al Quran dan dari kisah-kisah sejarah yang sangat banyak. Bukan tidak mungkin kita akan meletakkan dunia di tempatnya. Seperti kata-kata bijak yang selama ini hanya sebagai penghias status “Letakkan dunia di tanganmu, jangan di dadamu”. Mari kita berjuang untuk mendapatkan ilmu, sehingga paham yang kita harapkan, mampu kita dapatkan. Karena ilmu adalah gerbang amal. Tidak ada yang bisa kita lakukan dengan benar tanpa ilmu yang melandasi. Begitu pula untuk memahamkan diri terhadap tipuan dunia. Sesungguhnya kita sedang berkejar-kejaran dengan waktu. Yang artinya dunia ini secara pasti meninggalkan kita. Dan kubur itu secara pasti pula mendatangi kita. Apa yang bisa kita harapkan dari sesuatu yang di sisi Allah tidak ada harganya. “…Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. QS. Al-Hadid 20 Sangat banyak nasihat yang telah datang untuk kita, dan cukuplah itu sebagai peringatan kalau kita bersungguh-sungguh berpikir. Bahwa selembar sayap nyamuk itu sangat tidak dalam kepantasan menguras energi kita untuk memburunya… Sumber

dunia tidak lebih dari sayap nyamuk